Besar dari scene musik indie Singapura dan mengusung rock alternative, Electrico terbentuk di tahun 1996 oleh Desmond Goh (Bass Gitar), Dave Tan (Vokal dan Gitar), William Lim Jr (Drum). Dan untuk lebih memperkaya warna musik Elctrico, di tahun 2003, Electrico menambah dua bakat–bakat baru, Daniel Sassoon (gitar) dan Amanda Ling (keyboard). Tapi formasi ini tidak mampu bertahan lama. Di tahun 2008 Daniel Sassoon mengundurkan diri dan meninggalkan David, Desmond, William dan Amanda.
Nama Electrico mulai meramaikan ranah musik indie Singapura saat band ini merilis album perdana ´So Much More Inside´ di tahun 2004. Dan di tahun yang sama, Electrico semakin menancapkan namanya di scene musik Singapura saat single perdana ´I Want You´ berhasil bertengger di top posisi radio 987 FM Singapura
Di tahun 2005 melalui penghargaan MTV Asia Award, Electrico berhasil meraih nominasi untuk kategori ´Favourite Artist Singapore´. Sebuah prestasi yang membanggakan mengingat Electrico menjadi artis/⁄band pertama dari Singapura yang meraih nominasi ini.
Dan di tahun yang sama nama Electrico semakin dikenal saat band ini berhasil menajadi pembuka The Bravery saat band asal New York ini tampil di Singapura.
Selain panggung–panggung di Singapura, Electrico juga pernah merasakan panggung besar internasional. Mulai dari Rock The World VII festival di Malaysia, Pattaya Internasional Music Festival di Thailand hingga ke South By Southwest (SXSW) festival dan bermain di California dan Texas.
Hingga saat ini Electrico telah menghasilkan tiga album, ´So Much More Inside´ di tahun 2004, ´Hip City´ di tahun 2006 dan ´We Satellites di tahun 2008´
Di tahun 2009, kabar buruk datang dari Amanda Ling saat keyboardis ini menyatakan pengunduran dirinya dari Electrico. Kini Electrico kembali dihuni oleh personil orginal saat band ini pertama kali dibentuk. Meski sekarang Electrico ditinggalkan oleh personilnya satu persatu, hal ini tidak menghentikan mereka untuk menghasilkan album-album yang akan diantisipasi oleh fans mereka.
Untuk Penampilan live performance di L.A. LIGHTS INDIEFEST Festive Sound 2010, Electrico akan dibantu musisi asal Jepang Kimura Masashi. [amn
Read More...
24 Februari 2010
Electrico, Veteran Rock Alternative Dari Singapura
22 Februari 2010
Spoon: I Turn My Camera On
Band indie rock asal Austin, Texas, Amerika ini terdiri dari Britt Daniel (vokal, gitar), Jim Eno (drum), Rob Pope (bass) dan Eric Harvey (keyboard, gitar, perkusi, dan backing vocal). Dibentuk tahun 1993 oleh Daniel dan Eno, namanya diambil dari judul lagu band asal Jerman, Can yang juga menjadi soundtrack di film "Das Messer".
Debut EP mereka "The Nefarious" dirilis Mei 1994 dan tahun berikutnya mereka menandatangi kontrak dengan Matador Records. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah merilis LP pertama, Telephono di tahun 1996. Musik mereka di LP ini merupakan perpaduan antara post-punk dengan pop yang selalu dibandingkan dengan Pixies dan Wire.
Kurang dari setahun mereka merilis EP kedua, "Soft Effects". Tidak seperti sebelumnya, musik di EP kali ini lebih soft dengan tampilan yang modern. Tahun 1996 mereka bermain di sebuah panggung di Denton, Texas, dan di sini mereka bertemu dengan Joshua Zarbo yang saat itu tergabung dalam band Maxine's Radiator. Setelah itu Spoon mengundang Zarbo untuk mengikuti audisi menjadi bassist, dan akhirnya ia diterima tapi memutuskan keluar tahun 2007.
Spoon untuk pertama kalinya masuk major label, Elektra Records di tahun 1998 dan pertengahan tahun ini mereka merilis "A Series of Sneaks". Ternyata penjualan album ini tidak seperti yang diharapkan oleh Elektra, sehingga empat bulan setelah dirilis mereka dikeluarkan dari Elektra Records. Marah dengan tindakan pihak Elektra, mereka menulis dua single “The Agony of Laffitte” dan “Laffitte Don’t Fail Me Now” yang mengritisi tindakan label itu.
Kemudian mereka masuk ke sebuah label indie rock, Merge Records dan merilis EP "Love Wyas" di tahun 2000. Dan setahun kemudian merilis album Girls Can Tell yang lebih sukses dibanding album sebelumnya. Rilisan berikut di tahun 2002 berjudul Kill the Moonlight. Dalam album ini Spoon memasukkan single "The Way Get By" yang populer setelah mengisi serial TV, The O.C. Sementara Gimme Fiction dirilis tahun 2005 yang sempat menempati peringkat ke-44 di chart Billboard 200 dan terjual lebih dari 160.000 keping. Single-nya "I Turn My Camera On" muncul di salah satu episode The Simpsons. Full album keenam yang berjudul Ga Ga Ga Ga Ga dirilis pada Juli 2007 dan berhasil menempati peringkat ke-10 di Billboard 200 dengan hits single "The Underdog". Album ini membuat mereka diundang ke beberapa acara seperti The Late Show With David Letterman, Late Night with Conan O'Brien, The Late Late Show With Craig Ferguson, Last Call with Carson Daly, hingga menjadi bintang tamu di Saturday Night Live. Hingga sekarang lagu-lagu mereka sudah menghiasi beberapa Serial TV dan juga digunakan di beberapa game. Lagu "Don't You Evah" dan "I Turn My Camera On" merupakan dua lagu yang populer dari band ini.
Di awal 2010 kemarin, tepatnya pada 18 Januari Spoon merilis album terbaru berjudul Transference. Salah satu track di album ini, 'The Mystery Zone' terpilih sebagai Starbucks iTunes of the Week pada 26 Januari. Di minggu pertama perilisannya album ini berhasil terjual 53.000 kopi dan menempati posisi keempat di Billboard Chart 200.
Read More...
11 Februari 2010
Goodboy Badminton's Debut Album Out Soon!
Band yang bisa dibilang cukup sering tampil di setiap event lokal ini tengah bersiap dengan rilisan full album mereka Going Out yang rencananya akan rilis tahun ini tepatnya pada pertengahan Februari. Band yang terbentuk pada September 2006 ini terdiri dari Mutt (vocal, guitar), Neith (vocal, guitar), Sein (bass), Doni (drum), Dika (synthesizer) yang hingga saat ini sudah 3 kali mengisi album kompilasi dan pernah berhasil menempati peringkat empat dalam sebuah festival bernama Beatbox Global Battle of Band, juga menjadi finalis Global Battle of Band (GBOB) pada tahun 2008 lalu, yang mungkin kesemuanya bisa menjadi bekal untuk melanjutkan runtutan kereatifitas mereka dalam berkarya.
Going Out sendiri merupakan debut album band yang mengaku ter-influence oleh Sendal Jepit dan Sunny Day Real Estate ini, dengan 12 lagu yang berisikan intro dan outro, serta 5 lagu berbahasa Indonesia dan 5 lagu berbahasa asing.Judul Going Out sendiri, menurut sang drummer, Doni dipilih untuk mendeskripsikan sekumpulan anak yang uncluster-goodboy badmintongemar bermusik dengan mencoba mengekspresikan dan berikhtiar lewat karya lagu-nya dalam kehidupan nyata, "Selanjutnya kita beserah diri pada yang Maha Kuasa," tegasnya
“Intinya mungkin kita pergi dari rumah melakukan sesuatu di luar sana, dan kembali pulang ke rumah membawa sesuatu cerita dan tanggung jawab” tambahnya. Selain itu "Going Out" menjadi semacam kalimat untuk gambaran album pertama Goodboy yang pada akhirnya diyakini akan bersambung.
Sementara untuk single album, band ini memilih nomor “Kartu Mati” yang mengangkat tema kritik sosial dalam kehidupan pertemanan ini diambil dari kehidupan mereka sehari-hari, seperti yang kembali dijelaskan oleh drummer yang pernah tergabung dengan Rocket Rockers ini, “karena memang Goodboy Badminton dibentuk atas dasar pertemanan pada awalnya, lumayan susah payah dan kembang kempis buat ngebangunnya. Ya dari situlah inspirasi ini didapat."
Album yang dikelola oleh Heaven Records ini rencananya untuk sementara akan didistribusikan di area Jawa dan Bali, karena tidak menutup kemungkinan pulau lainya juga akan menjadi target distribusi, mengingat sampai sejauh ini merchandise dari album ini sudah dipesan oleh beberapa fans yang berdomisili di Lampung, Pekanbaru, Makasar dan Samarinda, “targetnya sih seluruh Indonesia dan mungkin keluar juga,” tegas Dony. Jadi untuk semua fans Goodboy Badminton kita tunggu saja rilisan debut full album mereka di bulan ini.
Read More...
09 Februari 2010
PROFILE : Black Majesty

Jika kita mendengarkan atau mengoleksi album dari band-band power metal tentunya kita akan tertuju kepada band yang berdomisili di Eropa, Brazil, Amerika ataupun Jepang, tetapi saat ini negara yang berada di sebelah selatan Indonesia yaitu Australia memiliki band yang berkonsep power metal dan kualitas musiknya pun tidak kalah dengan band power metal Eropa baik dari konsep, style, skill maupun nuansa musik yang dihasilkan, mereka adalah Black Majesty yang sekarang diperkuat oleh John Cavaliere (vokal), Hanny Mohamed (gitar, keyboard), Steve Janevski (gitar, backing vocal) dan Pavel Konvalinka (drum).
Black Majesty berdiri di Melbourne pada tahun 2001, awalnya mereka memakai nama Kymera dimana mereka sering tampil di berbagai event rock atau metal lokal yang ada di Australia. Gitaris mereka Steve Janevski sebelumnya pernah bergabung dengan Cyclone Tracy, bassist Cory Betts pernah bergabung dengan Pegazus, sementara itu personil lainnya hanya sebatas musisi cabutan. Gitaris Black Majesty lainnya yaitu Hanny Mohamed pernah bergabung dengan Catwitch. Untuk melengkapi line up, maka direkrutlah John Cavaliere sebagai vokalis dan Pavel Konvalinka dari Kyptor dan Leprocide sebagai drummer. Dikarenakan nama Kymera telah lebih dulu dipergunakan oleh band metal Amerika maka mereka mengganti nama menjadi Arkaya. Dengan nama itu mereka mulai merekam materi untuk ditawarkan ke berbagai records company tetapi sangat disayangkan di tengah-tengah proses recording Cory Betts mengundurkan diri dari band dan pada akhirnya Arkaya pun berganti nama menjadi Black Majesty.
uncluster-black majestyDengan memakai nama Black Majesty ternyata nasib mujur menghampiri mereka, salah satu label metal kenamaan yang dimiliki oleh Limb Schnoor asal Jerman yaitu Limb Music Products & Publishing (LMP) mengontrak mereka untuk lima album ke depan. Seperti kita ketahui bahwa LMP adalah label rekaman yang fokus ke konsep heavy metal, power metal dan progressive metal, artis yang pernah ditangani oleh LMP yaitu Heavens Gate, Rhapsody, Burning Point, Angra, The Reign Of Terror, Concerto Moon, Galloglass, Oratory, Magic Kingdom, Luca Turilli dan banyak lagi.
Sands Of Time merupakan E.P album yang mereka rilis pada tahun 2002 dimana beberapa promo track yang dihasilkan pada akhirnya membuka pintu untuk bekerja sama dengan LMP. Sound yang dihasilkan dalam E.P album ini merupakan penggabungan dari progressive metal-nya Queensryche dan band power metal-nya Jag Panzer. Beberapa saat setelah diluncurkannya Sands Of Time, ternyata banyak yang merespon positif mengenai E.P ini bahkan Black Majesty pun meraih predikat sebagai album of the years di Australia. Pengisian bass di beberapa track dalam E.P Sands Of Time telah dilakukan oleh Cory Betts dan Evan Harris. John Cavaliere uncluster-black majestybahkan berduet dengan Silvio Massaro dari Vanishing Point juga Danny Cecati dari Eyefear untuk dua track dalam E.P ini. Pada tahun 2003 Joe Fata dari Pegazus sempat bergabung untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Cory Betts tapi mengundurkan diri sebelum Black Majesty merilis debut full album. Sejak saat itu Black Majesty tidak memiliki pemain bass yang permanen, dan untuk mengisi kekosongan maka direkrut pemain bass cabutan untuk proses rekaman maupun konser.
Pada tanggal 29 September 2003, Black Majesty resmi merilis debut full album yang titelnya sama dengan E.P mereka yaitu Sands Of Time dibawah label LMP. Album ini mendapat respon yang sangat positif dari publik metal Australia, Eropa dan Jepang yang kemudian dilanjutkan untuk menggelar show di negara-negara tersebut dan didukung oleh Mark Kelson dari The Eternal dan Evan Harris sebagai bassist. Album Sands Of Time mengemas sepuluh lagu yang direkam di Palmstudios Melbourne Australia dan diproduseri oleh Endel Rivers. Sementara itu cover concept dan art work-nya oleh Dirk Iling, foto oleh Allen Moore dan sleeve design-nya oleh Thomas Ewerhard. Jika kita menyimak album ini dan terdengar ada sentuhan keyboard, yang beperan sebagai keyboardist yaitu Endel Rivers dan Jayden Middleton.uncluster-black majesty
Pada tanggal 27 Juni 2005, Black Majesty merilis album kedua yang bertitel Silent Company dan tentunya masih berada dibawah label LMP dan memuat sepuluh lagu. Album ini masih mempercayakan Endel Rivers sebagai produser dan direkam di Palmstudios Melbourne, Australia. Khusus untuk track drum, Pavel Kovalinka merekamnya di Jerman dan diproduseri oleh Piet Sielck dari Iron Savior di K.A.R.O studio. Album ini cenderung lebih power metal dibandingkan album sebelumnya yang cenderung ke arah progressive power metal. Boleh dikatakan bahwa Silent Company adalah album tersukses yang dimiliki oleh Black Majesty. Saat menggelar tur di Eropa, Black Majesty tampil di berbagai festival mendampingi Hammerfall dan Edguy. Setelah tampil di Eropa, Black Majesty tampil di kandang sendiri dan sepanggung dengan band power metal paling dahsyat dari Inggris yaitu Dragonforce. Sementara itu untuk tampil di Amerika, Black Majesty menjadi band pendukung Nevermore. Walaupun jadwal tur yang sangat padat berkat kesuksesan album Silent Company, dalam perjalanan tur, mereka masih menyempatkan untuk menulis materi baru yang akan dimasukkan dalam album ketiga mereka.
Tanggal 1 Juni 2007, masih dibawah label LMP mereka merilis album ketiga yang bertitel Tomorrowland. Album ini masih direkam di tempat yang sama yaitu Palmstudios dan tentunya Endel Rivers kembali dipercaya sebagai produser. Album ini diluncurkan diberbagai event di Melbourne dan disambut antusias oleh fans metal Australia. Hal yang menarik dari album ini, Black Majesty membawakan karya lawas milik Deep Purple yaitu 'Soldier Of Fortune' yang diciptakan David Coverdale dan Ritchie Blackmore. Setelah tampil di berbagai event di Melbourne, Black Majesty tampil diberbagai event dan festival di Eropa seperti Monster Of Rock, Benatska Noc dan tentunya festival heavy metal terbesar Eropa yaitu Wacken Open Air. Sementara itu untuk mengisi kekosongan dalam posisi bass, Black Majesty mengajak Richard Filax sebagai additional bassist.
Pada tahun 2008 tepatnya bulan Februari, Black Majesty mendapat kesempatan sebagai opening act dalam rangkaian turnya Helloween yang bertajuk Hellish Rock di Australia. Dua bulan kemudian tepatnya April 2008 Black Majesty mendapat kesempatan untuk tur Australia bersama salah satu pelopor New Wave Of British Heavy Metal asal Inggris yaitu Saxon.
Februari 2009, Black Majesty mulai mengerjakan materi untuk album keempat mereka. Kali ini mereka mempercayakan kepada Roland Grapow (ex-gitaris Helloween, gitaris Masterplan) sebagai produser. 30 Mei 2010 nanti Black Majesty dipercaya mendampingi Paul Dianno (ex-vokalis Iron Maiden) dalam rangka Australian Shows untuk tampil di Hifi Bar & Ballroom di Melbourne dan 6 Juni di Manning Bar, Sydney. Sementara itu untuk fans Black Majesty di Indonesia, tadinya mereka akan show di Jakarta Sound & Music Expo pada tanggal 6 Februari 2010 tapi event tersebut batal. Sebagai gantinya tanggal 21 Februari 2010 mereka akan tampil di Bla…Bla…Bla Festival bersama Roxx, Seringai, Betrayer, Jasad, Tengkorak dan didukung oleh band-band underground lainnya asal Jakarta, tepatnya di Parkir Selatan Gelora Bung Karno Jakarta. Event ini diselenggarakan oleh Lian Mipro dari Jakarta. Don’t miss it!!! [Guntur]
Read More...
29 Januari 2010
Cry from Primal Scream

Band alternative rock asal Skotlandia ini dibentuk tahun 1982 di Glasgow oleh sang vokalis Bobby Gillespie dan teman SMA-nya Jim Beattie dengan formasi awal adalah Gillespie, Andrew Innes (gitar), Martin Duffy (keyboards), Gary "Mani" Mounfield (bass), dan Darrin Mooney (drum). Selama 27 tahun perjalanan mereka di dunia musik, sekitar 10 juta album sudah terjual di seluruh dunia.
Awalnya Gillspie dan Beattie sempat mencoba berbagai jenis musik hingga akhirnya mereka dikenal sering membawakan lagu-lagu milik Velvet Underground dan Byrds. Nama "Primal Scream" sendiri mereka gunakan untuk menggambarkan tangisan yang sering terdengar dalam sebuah Primal Therapy. Mereka bermain live pertama kalinya di tahun 1982.
Band ini merupakan salah satu sosok penting dalam scene indie-pop di pertengahan 80-an, namun demikian mereka kemudian muncul dengan musik psychedelic dan garage rock, hingga akhirnya berkenalan dengan dance music.
Rilisan pertama mereka di bawah indie lable Essential Records adalah single yang berjudul "The Orchard". Dengan formasi yang bertambah dengan kehadiran Young di bass, Stuart May pada gitar, Tom McGurk sebagai drumer, dan Martin St. John memegang tambourin, Primal Scream kemudian masuk ke Creation Records dan merilis single berjudul "All Fall Down" yang mendapat sambutan baik. Setelah bongkar pasang personil, dimana May dipecat dan digantikan oleh Innes, lalu posisi drumer digantikan oleh Gavin Skinner, mereka kemudian merampungkan album Sonic Flower Groove di bawah Elevation Records yang berhasil menempati posisi ke-62 di British Chart. Tak lama Gillespie dan kawan-kawan kembali lagi bergabung dengan Creation Records, lalu merilis single "Ivy,Ivy,Ivy" diikuti album Primal Scream. Dengan musik baru yang lebih nge-rock dibanding sebelumnya, album ini mendapat sambutan buruk baik dari media maupun para penggemar.
"Loaded" kemudian menjadi hits pertama mereka yang menduduki posisi ke-16 di UK Singles Chart dan diikuti oleh single "Come Together" yang kemudian berada di posisi ke-19. Setelah adanya tambahan formasi dimana Martin Duffy menempati posisi keyboardist, mereka kemudian merilis single "Higher Than The Sun" dan "Don't Fight It, Feel It" yang terbilang berhasil. Sukses besar mereka ditandai dengan keluarnya album Screamadelica. Tak hanya masuk British Chart dan US Billboard Chart, tapi album ini juga memenangkan "Mercury Music Prize". Seiring dengan itu mereka kemudian sering tampil live, mulai dari sejumlah show, tur hingga festival-festival. Kesuksesan mereka ini menghiasi beberapa media massa, namun ini juga diiringi dengan merebaknya kabar seputar keterlibatan mereka dengan obat-obatan. Dalam masa-masa ini mereka sempat merilis EP "Dixie Narco" dimana sound-nya bernuansa blues/rock Amerika dengan pengaruh P-Funk.
Ketergantungan mereka terhadap obat-obatan membuat mereka sempat terhambat dalam pengerjaan album keempat, hingga akhirnya mereka meminta bantuan Tom Dowd. Tak hanya Dowd yang bersedia berpartisipasi saat itu, karena ada juga ahli mixing, George Drakoulias dan George Clinton. Hasilnya, single pertama "Rocks" dari album keempat yang berjudul Give Out But Don't Give Up terbilang sukses di pasaran. Hanya saja kesuksesan single ini tidak diikuti oleh kesuksesan albumnya sendiri. Setelah mengadakan tur di Amerika bersama Depeche Mode, Primal Scream memutuskan beristirahat sejenak.
Tak betah berlama-lama vakum, band ini muncul dengan formasi baru dimana Gary "Mani" Mounfield (ex The Stone Roses) kemudian bergabung. Kehadiran Mani cukup berperan dalam proses revitalisasi band ini setelah kegagalan album sebelumnya.
Untuk album berikutnya, mereka terinspirasi dari film 70-an berjudul "Vanishing Point". Dari judul album yang sama dengan film tersebut, mereka kemudian merilis single "Kowalski" pada bulan Mei 1997. Album ini terbilang sangat sukses dengan peringkat ke-8 di British Chart. Setelah itu mereka mulai berkenalan dengan Kevin Shields dan berkolaborasi dengannya dalam EP "If They Move, Kill' Em". Shields sendiri kemudian memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perjalanan band ini.
Ketika penggarapan album keenam, mereka sudah "bersih" dari obat-obatan. Namun di album ini, musiknya mulai lebih kasar dan mengandung kemarahan, sementara liriknya memuat unsur politik. Misalnya single "Swastika Eyes" dari album yang diberi judul XTRMNTR ini bercerita tentang teroris internasional. Tapi baik album maupun singlenya, ternyata mendapat respon yang sangat bagus dari pendengar.
Primal Scream kembali mendulang kesuksesan ketika single "Country Girl" yang dirilis 22 Mei 2006 menempati posisi ke-5, posisi tertinggi yang pernah mereka raih. Diikuti kemudian dengan album Riot City Blues yang rilis di bulan Juni dan juga masuk dalam posisi ke-5 UK Album Charts. Mereka kemudian mengadakan tur promo untuk album ini termasuk tampil di festival-festival. Dalam salah satu festival (Leeds Festival) yang diadakan bulan Agustus 2006, Mani kemudian ditangkap karena terlibat dalam sebuah keributan, namun ia dibebaskan tak lama kemudian.
Album terakhir mereka hingga kini adalah Beautiful Future yang dirilis Juli 2008 dengan single pertama "Can't Go Back". Cukup banyak lagu Primal Scream yang muncul di film. Seperti lagu "Trainspotting" di film Trainspotting, "Miss Lucifer" dan "Swastika Eyes" yang bisa didengarkan dalam The Football Factory, "Star" dalam film The Jackal, "Movin' On Up" di Grand Theft Parsons dan "Come Together" dalam Human Traffic.
Sumber : Dari berbagai media.
Read More...
18 Januari 2010
Mystery Jets, Planned to Take Over the World

Mystery Jets adalah indie band yang beranggotakan empat orang dari Pulau Eel Pie di Twickenham, London. Awalnya band ini terdiri dari Blaine (drum), William (gitar) dan Henry, yang tidak lain adalah ayah Blaine (bass). Henry menjadi gitaris kedua di band setelah Kai bergabung di bass dan Tamara di keyboard. Blaine kemudian bertukar dari drum menjadi keyboards setelah Tamara meninggalkan band ini, dan Will sempat ditempatkan di drum, tapi karena dianggap tidak cocok, untuk beberapa waktu mereka sempat menggunakan "drum machine", hingga akhirnya menemukan Kapil.
Mini album "The Eel Pie Island" direkam tak lama kemudian, lalu band ini mempublikasikan single pertama mereka. Sebuah limited edition berjudul "Zoo Time" di bawah label Transgressive Records. Setelah merilis beberapa single di 2005 dan sempat berada di chart tertinggi dengan lagu "The Boy Who Ran Away" di awal 2006, akhirnya mereka pun merilis debut album, "Making Dens" yang dirilis 6 Maret 2006.
September 2006, band ini diminta mengisi sebuah acara penghargaan untuk Syd Barrett, yang tak lain adalah salah satu influence mereka. Acara ini diadakan di Union Chapel, Islington, London. Selain mereka, juga ada Kid Harpoon, Lupen Crook, Kate Nash, Dan Treacy and the Television Personalities, Drew (Babyshambles), Ben (SixToes), Lucas (the Cazals). Grup ini kemudian membuat sebuah fanzine spesial untuk acara ini yang ternyata sangat didukung oleh semua artis di acara tersebut. Mereka juga yang kemudian membuat artwork-nya.
Tahun 2007 band ini menulis lagu baru, termasuk Hand Me Down, Pink Elephant (yang kemudian diganti menjadi Veiled in Grey), dan Undercover Lover (yang kemudian menjadi "Hideaway"). Ketiga lagu ini kemudian masuk dalam album "Twenty One". Mereka kemudian mulai banyak melakukan tur khususnya di Amerika, bahkan juga keliling dunia. Harrison kemudian memutuskan untuk berhenti bermain live dengan band ini, tapi ia tetap terlibat banyak di band ini. Tak lama kmeudian, mereka merilis album kedua berjudul "Zootime" pada 8 Mei 2007. Dan akhir tahun ini Mystery Jets merilis single gratis edisi Natal berjudul "Flakes".
Album ketiga mereka, "Twenty One", dirilis 24 Maret 2008 dan diproduseri oleh Erol Alkan bekerjasama dengan Nick Launay. Perilisan album ini didahului dengan perilisan single yang berjudul "Young Love" featuring Laura Marling pada 10 Maret 2008. Single keduanya adalah "Two Doors Down" yang dianggap sebagai salah satu single populer di musim panas dan berhasil menempati posisi ke-24 chart Inggris, posisi tertinggi yang berhasil mereka raih sejauh ini.
Minggu, 8 Juni 2008 band ini bermain di festival Scottish RockNess yang berhasil menyedot perhatian sekitar 35.000 orang. Di backstage, band ini sempat bercerita banyak tentang perjalanan mereka meraih kesuksesan, membangkitkan kembali era 80-an hingga rencana mereka untuk mengambil alih dunia.
Tahun 2008, band yang pernah menjadi tamu spesial dalam konser The Zutons di Bedgebury ini, juga berkontribusi dalam sebuah album charity yang bertajuk "Survival International". Di album ini mereka membawakan lagu "Grains of Sand".
*dari berbagai sumber
Read More...
15 Januari 2010
Trivium

ntuk penggemar modern metal khususnya metalcore, tentu tidak asing lagi dengan band yang berasal dari Orlando Florida ini. Dalam peta metal dunia, Florida sangat identik dengan band-band death metal kelas atas seperti Brutality, Cannibal Corpse, Monstrosity maupun Morbid Angel. Namun di tahun 1999 berdiri sebuah band yang diprakarsai oleh Matt Heavy, dimana band yang punya nama Trivium ini di pertengahan 2000an menjadi salah satu band pengusung modern metal/metalcore papan atas dunia.
Berawal dari event yang diselenggarakan di Lake Brantley School, dimana band tersebut membawakan lagu Metallica “No Leaf Clover” dan The Offspring “Self Esteem”. Saat itu Trivium hanya diperkuat oleh Matt Heavy (guitar) dan Brad Lewter (vocal), sedangkan pemain bass dan drum sering keluar masuk band. Setelah beberapa saat, bergabunglah Travis Smith sebagai drummer tetap Trivium sedangkan pemain bassnya masih cabutan. Dengan personil seperti itu, mereka menambah satu lagi lagu Metallica untuk dibawakan di panggung yaitu "From Whom The Bell Tolls" dari album Ride The Lightning. Setelah beberapa kali tampil di bar dan club lokal di Orlando, Brad Lewster mengundurkan dari Trivium dan posisinya diambil langsung oleh Matt Heavy.
Pada awal tahun 2003, Trivium pertama kali masuk studio untuk merekam demo dengan kualitas yang sangat bagus. Kemudian demo tersebut ditawarkan ke Lifeforce Record. Setelah demo tersebut didengarkan oleh pihak Liforce Records, mereka tertarik untuk mengontrak Trivium untuk merilis sebuah album. Pada tahun yang sama, Trivium akhirnya merilis Ember To Inferno dengan Brent Young sebagai bassist baru. Sekedar catatan, LifeForce Records adalah label rekaman yang berkedudukan di Jerman dan banyak merilis album dari band-band yang berkonsep musik metalcore, hardcore dan death metal. Sementara itu artis-artis yang pernah dirilis albumnya oleh Lifeforce Records selain Trivium antara lain Heaven Shall Burn, Caliban, Death Before Disco, Deadsoil, Cataract dan lain-lain.uncluster-trivium
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2004 Corey Beaulieu bergabung sebagai second guitarist dan Paolo Gregolletto bergabung untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Brent Young sebelum Trivium mendampingi turnya Machine Head. Berkat kualitas musik yang bagus di album Ember To Inferno, ternyata Trivium menarik perhatian Roadrunner Records untuk merekrutnya sebagai salah satu band metal andalannya. Di pertengahan tahun 2004 akhirnya Trivium menandatangani kontrak dengan label besar ini.Pada tahun 2005, Trivium tampil di panggung utama Download Festival di Castle Donington, Inggris. Penampilan saat itu merupakan style panggung terbaik Trivium dimana para personilnya tampil sangat maksimal dan mendapat respon yang luar biasa. Singel dan video dari album Ascendency pun akhirnya dirilis seperti "Like Light To The Flies", "Pull Harder On The Strings Of Your Martyr", "A Gunshot To The Head Of Trepidation", dan "Dying In Your Arms, dimana lagu-lagu tersebut masuk ke MTV2’s Headbangers Ball dan Pull Harder On The Strings Of Your Martyr akhirnya menjadi lagu yang sering ditayangkan dan banyak disuka oleh penonton program TV tersebut. Berkat album Ascendancy pula, Trivium menjadi pembuka untuk show Killswitch Engage, Iced Earth, Fear Factory dan Machine Head yang menjadikan yang menjadikan Matt Heavy sebagai salah satu pengaruh terbesar dalam metal. April 2006 setelah tur bareng Mendeed dan God forbid, uncluster-triviumTrivium kembali masuk studio untuk menggarap album ketiga dan masih diproduseri oleh Jason Suecof. Pada tahun yang sama, Trivium kembali tampil di Download Festival sepanggung dengan Korn dan Metallica. Sebagai catatan, tahun 2005 dalam rangka 25 tahun Roadrunner Records, Matt Heavy terpilih menjadi bagian dari tim untuk membuat album kompilasi gabungan semua artis yang pernah dan masih bergabung Roadrunner bersama Rob Fynn (Machine Head), Dino Cazares (Fear Factory, Asesino, Brujeria) dan Joey Jordison (Slipknot), kompilasi tersebut diberi titel Roadrunner United The All-Stars Sessions.
Oktober 2006, album ketiga mereka yang bertitel The Crusade dirilis via Roadrunner Records. Album tersebut masuk ke posisi 25 tangga lagu Billboard 200 dan terjual di atas 32.000 keping dalam waktu satu minggu. Di album ini Matt Heavy merubah style vokalnya, dimana tidak seperti di album Ascendancy yang cenderung ke scream, raw dan growl, tetapi lebih ke style thrash metal. Dukungan terbesar pu akhirnya didapat dari Iron Maiden dan Metallica berkat album The Crusade saat mereka tur bareng. Saat tur The Black Crusade, Trivium mendapat dukungan dari Machine Head, Arch Enemy, Shadows Fall dan Dragonforce. Sedangkan di Eropa saat menjadi headliner, Trivium mendapat dukungan dari Annihilator dan Sanctity juga mendapat kehormatan untuk tampil di Family Values Tour bareng Korn. Di tahun 2006 juga majalah metal kenamaan yaitu Metal Hammer menganugrahi Trivium penghargaan “The Best Live Band 2006”.uncluster-trivium
Pada awal Oktober 2007, Trivium kembali masuk studio untuk menggarap album keempat. Untuk album ini Trivium tampil dengan produser baru yaitu Nick Raskulinecz. Dalam album ini Matt ingin kembali menampilkan scream vocal seperti di album Ascendancy. Adapun alasan Trivium tidak bekerja sama dengan Suecof yaitu untuk menghindari kejenuhan dengan pola sound yang sama dan untuk merealisasikan ide-ide baru. Rekaman album keempat yang digarap dari bulan Oktober 2007 berakhir pada bulan Juni 2008.
Bulan Oktober 2008, album keempat Trivium yaitu Shogun resmi dirilis, dalam tempo satu minggu di Amerika album tersebut berhasil terjual di atas 24.000 keping, dan kembali bertengger di posisi 23 Billboard 200 serta berhasil menduduki posisi pertama UK Rock Album Charts. Kesuksesan album Shogun, menjadikan Trivium sebagai musisi metal muda terpandang di dunia dan jadwal tur pun semakin padat dimana konser yang menampilkan Trivium sebagai headliner selalu ditonton dan ditunggu secara antusias oleh para metalhead dimanapun. Sementara itu untuk album kelima akan dirilis pada pertengahan 2010. Dalam kurun waktu yang kurang dari sepuluh tahun, mereka sudah merasakan kesuksesan yang luar biasa mulai dari tur, merchandise maupun penjualan album yang sangat dahsyat, itu dikarenakan otak brilian dari Matt Heavy selaku leader, konseptor, penulis lagu dan didukung oleh personil lainnya yang sangat piawai dalam meng-aransemen lagu dan musik.
Tanggal 11 Februari 2010 akan menjadi momen yang paling ditunggu para metalhead karena Trivium dipastikan akan menjadi salah satu tamu kehormatan Java Musikindo yang akan menggelar sejumlah konser di awal 2010 ini. Mereka akan tampil di Tennis Indoor Senayan, Jakarta untuk memuaskan penonton dan para fansnya di Indonesia. So Don’t Miss It!!!(guntur)
Setelah menandatangani kontrak dengan Roadrunner Records tahun 2004, Trivium mulai rekaman untuk album kedua yang dilakukan di Audiohammer dan Morrisound studio yang ada di Tampa Florida dan yang bertindak sebagai produser yaitu Jason Suecof. Pada bulan Maret 2005 akhirnya album Trivium Ascendancy resmi dirilis dan album tersebut masuk dalam tangga lagu Billboard 200 pada posisi ke-151 dan posisi ke-4 di Top Heatseekers Chart, album inipun menjadi album of the year versi majalah Kerrang.
Read More...
11 Januari 2010
Blue Foundation, Folk yang Merepresentasikan Zaman

Blue Foundation adalah band elektronik asal Denmark yang dikenal dengan album mereka Sweep of Days (2005). Beberapa track mereka muncul di beberapa film dan serial TV populer. Sebut saja lagu "Sweep" yang ada di film Miami Vice dan "Eyes on Fire" yang bisa didengarkan saat menonton Twilight, sementara "Save This Town" juga ada di serial terkenal The OC. Band ini dibentuk tahun 2000 dan diproduseri oleh Tobias Wilner yang juga sekaligus personil band ini. Wilner yang biasa disapa Bichi adalah seorang komposer dan DJ untuk Blue Foundation. Perusahaan yang dibuatnya telah menjalin kerjasama dengan beberapa musisi di antaranya Kirstine Stubbe Teglbjærg dan Bo Rande yang kemudian ikut bergabung dalam band ini.
Musik band yang beranggotakan enam orang ini merupakan perpaduan antara melodic dreamy pop dengan sentuhan indietronica dan shoegaze. Wilner menyebutnya musik folk bagi orang-orang modern. Blue Foundation merilis album pertama mereka tahun 2004 dengan judul nama mereka sendiri.
Kemudian berturut-turut mengeluarkan album setiap tahunnya, Sweep of Days (2005), Solid Origami yang hanya beredar di Jepang (2006), dan Life of a Ghost (2007) yang dirilis di Skandinavia.
Selain empat album yang telah dirilis, Blue Foundation juga kaya dengan 17 EP yang mereka keluarkan, yang terakhir di tahun 2007, Enemy. Saat ini, Wilner dan kawan-kawan tengah menyiapkan EP, dimana salah satu lagunya diisi juga oleh Kirstine dan Mark Kozelek (Red House Painters, Sun Kil Moon). Kirstine sendiri juga tengah sibuk dengan project solonya yang direncanakan rilis tahun ini dengan musik atmospheric dan gloomy lo-fi pop.
Tak hanya EP, Blue Foundation juga mengisi beberapa kompilasi, di antaranya Renaissance: Sequential Vol.2 (2007) dan Global Underground 030: Nick Warren, Paris (2006).
Personil Blue Foundation:
Kirstine Stubbe Teglbjærg - vokalis, komposer, dan pencipta lagu
Tobias Wilner (Bichi) - Produser, komposer dan DJ
Bo Rande - Produser, komposer, trumpet
MC Jabber - MC dan pencipta lagu
Tatsuki Oshima - DJ dan vinyl manipulator
Sune Martin - Bass
Read More...
09 Januari 2010
Asian Dub Foundation, Rebel Warrior with the Strong Culture

Asian Dub Foundation adalah band asal Inggris yang memadukan antara breakbeat, dub, dancehall, reggae, yang dipengaruhi oleh punk dengan menggunakan berbagai instrument di antaranya yang berasal dari Asia.
Berawal pada tahun 1993 di Farringdon Community Music House, London, sebuah tempat yang dirancang untuk mengadakan rangkaian workshop bagi anak-anak Asia mengenai esensi dari teknologi musik. Adalah seorang tutor yang bernama Aniruddha Das (Dr.Das) dan karyawannya, John Pandit (Pandit G) yang juga seorang DJ, bersama seorang rapper 14 tahun, Deeder Zaman (Master D) kemudian sepakat membentuk Asian Dub Foundation.
Salah satu lagu mereka yang cukup dikenal adalah, "Strong Culture" yang memberitahu kita mengenai kultur di Asia. Di lagu ini mereka menegaskan bahwa mereka adalah musisi hip hop asal Asia yang eksis di tengah dominasi musisi barat.
Asian Dub Foundation berkembang dengan menambah personil, Steve Chandra Savale (gitaris Atom Spies) yang populer karena setelan senar gitar yang dijadikan satu nada seperti sitar, bahkan ia juga menggunakan pisau dalam bermain gitar, sehingga ia kemudian dikenal dengan "Chandrasonic". Personil yang terakhir bergabung dan sekaligus melengkapi formasi grup ini adalah Sanjay Gulabhai Tailor (Sun-J).
Grup ini kemudian menandatangani kontrak dengan Nation Record, dan merekam debut EP tahun 1994 yang berjudul Conscious. Fans mereka tak hanya menyukai musik mereka yang unik, tapi juga aksi mereka yang terlibat dalam pergerakan antifasis. Ya, grup ini memang dikenal dengan perlawanan mereka terhadap rasisme. Dengan musiknya, Asian Dub Foundation aktif memberikan edukasi dan mengadakan kegiatan sosial di East End of London dalam rangka kampanye antirasisme.
Tahun 1995, mereka mengeluarkan single "Rebel Warrior" dan mendapat sambutan sangat baik. Album ini terinspirasi dari puisi tahun 1920 milik pujangga dari Bengali, Kazi Nazrul Islam, yang berjudul "Bidrohi".
Album kedua mereka yang kemudian diberi judul Rafi's Revenge masuk nominasi Mercury Prize. Sementara single "Naxalite" menjadi ode bagi pergerakan Naxalite militant di India.
Menariknya, setiap karya yang mereka hasilkan menunjukkan bahwa Asian Dub Foundation selalu mengeksplorasi kemampuan musikalitas mereka. Dalam "Rafi's Revenge" mereka mengeksplor kekuatan punk yang dikombinasikan dengan jungle/reggae core, dan di album selanjutnya, "Community Music", mereka mengembangkan musik mereka lebih dalam lagi.
Tahun 2000, Deeder Zaman meninggalkan band ini setelah tampil di konser terakhir pada malam tahun baru. Sepeninggalnya, band ini semakin "gemuk" dengan masuknya Pritphal Rajput (dhol, tabla), Rocky Singh (drum), MC Spex (vokal) dan Akhtarvator (vokal).
Musim panas 2000, mereka tampil di beberapa festival, dan di tahun 2001 barulah mereka melakukan tur pertama di Brazil, salah satunya mengisi "Afro-Reggae" di Rio. Band ini kemudian juga membuat musik untuk film "La Haine" (2001).
Enemy of the Enemy (2003) menjadi album Asian Dub Foundation dengan angka penjualan terbaik. Dua track yang cukup mendapat sorotan adalah, "Fortress Europe" yang menyerang kebijakan imigrasi di Eropa, sementara "1000 Mirrors" yang berkolaborasi dengan Sinead O'Connor menceritakan tentang perempuan yang terpaksa membunuh suaminya yang memperlakukannya dengan kejam.
Mereka kemudian tampil di hadapan 100.000 orang di Larzac, Perancis dalam perayaan Jose Bove, sebuah kampanye radikal para petani.
Album Tank dirilis tahun 2005 dan di sini mereka berkolaborasi dengan On-U Sound.
Setahun kemudian, Dr.Das mengumumkan bahwa ia ingin beristirahat dan akan lebih fokus dalam mengajar dan memproduksi musik. Dia digantikan oleh Martin Savale (Babu Stormz), yang juga dkenal sebagai bassist Swarni, band Inggris-Asia yang beraliran electro grunge dan hip hop.
Tahun 2007, mereka merilis kompilasi Timefreeze 1995-2007 yang melibatkan Chuck D (Public Enemy), dan juga Deeder Zaman sebagai vokalis. Juni 2007, mereka menjadi satu-satunya penampil dari barat di Festival Musik Gnawa di Maroko. Di tahun ini Asian Dub Foundation mulai tampil dengan dua vokalis, Al Rumjen dan Akhtarvato, sementara MC Spex keluar dari band.
Album terbaru mereka, Punkara dirilis musim semi 2008.
Hingga kini, melalui musik dan liriknya, Asian Dub Foundation masih aktif menyuarakan perlawanan terhadap penjajahan dan rasisme melalui musik yang dipengaruhi oleh kultur Asia dan dikombinasikan dengan musik lainnya. Tak hanya itu, mereka juga senantiasa menggunakan musik mereka untuk menyentil budaya politik dan menyuarakan kebenaran, perubahan sosial, dan tekanan yang mereka peroleh di Inggris.
*dari berbagai sumber
Read More...
07 Desember 2009
Rockstarr Conspiracy, Persekongkolan Musisi Lama

Berawal pada Soundernaline 2005, saat Krisna J Sadrach (bass/Sucker Head), Krisyanto eks vokalis Jamrud, John Paul Ivan eks Boomerang (gitar), Ovi gitaris Rif dan Richard Mutter eks Pas Band yang sekarang tergabung bersama Getah, melakukan Jamming untuk mengisi event ini, yang selanjutnya berkembang menjadi sebuah project dengan 3 personil tetap yaitu Krisna J Sadrach, John Paul Ivan, dan Krisyanto dengan mengangkat nama “Rockstarr Conspiracy”.
Konspirasi musisi yang rata-rata mempunyai jam terbang lumayan lama ini semakin besar ketika melibatkan beberapa partner jamming mereka seperi Ovi "/rif" (gitar), Trison Roxx (vokal), Andy RIF, sampai Sandy (Pas) untuk berkolaborasi. Sebuah kolaborasi yang bisa dibilang cukup sering menggebrak publik di berbagai event dengan menampilkan hits lama maupun baru dari masing – masing band yang personilnya terlibat disini, mungkin itulah yang menjadi alasan kenapa kehadiran band yang satu ini selalu ditunggu. Dan walaupun tanpa rilisan album, tetapi Rockstarr Conspiracy cukup sering tampil di berbagai kota besar di Indonesia, setelah terakhir tampil di Kota Garut, sang bassist, Krisna memberitahukan jika pada tahun baru nanti persekongkolan musisi lama ini akan kembali menghentak publik lewat kolaborasi jamming-nya.
Kolaborasi :
(RC mark IV)
John Paul Ivan
Krisyanto
Krisna Sadrach
Trison Manurung
Ovy RIF
Mortor Rahm
(RC mark III)
John Paul Ivan
Krisyanto
Krisna Sadrach
Ovy RIF
Fajar Satritama
(RC mark II)
John Paul Ivan
Krisna Sadrach
Andy RIF
Sandy PAS
(RC mark I)
John Paul Ivan
Krisyanto
Krisna Sadrach
Aria Baron
Mortor Rahm
*foto: dok.Rockstarr Conspiracy
Read More...
24 November 2009
Alternative Metal

Alternative metal,merupakan aliran yang berkembang dari Funk Metal, aliran ini populer dinyanyikan oleh band2 seperti Red Hot Chilli Papers, Extreme, Primus, ama Faith no More di awal taun 80an. Trus di awal tahun 90an alternative metal muncul, pencetusnya tu Rage Against The Machine, sedangkan band yang paling terkenal dari aliran ini misalnya At The Throne Of Judgement.
Genre ini sangat dekat dengan aliran punk metal ama hardcore, alunan musiknya pun ampir sama, nah ne genre akhir-akhir ini berubah menjadi aliran Hardcore Punk. perkembanganya, di awal tahun 2000an, aliran ini berubah total, nada-nadanya terkesan industrial, alianya pun berganti nama menjadi Nu-Metal.
Aliran ini sering dimainkan oleh band2 seperti Korn, Slipknot, bahkan terkadan slipknot masih menyanyikan lagu dengan aliran Alternative Metal, misalnya The heretic Anthem (Iowa), trus band2 lain misalnya Limp Bizkit, Linkin Park.
Read More...
11 November 2009
GLASSNOST Band,asli Bojonegoro

GLASSNOST band adalah salah satu band dari kota kecil yaitu kota BOJONEGORO, JATIM, INDONESIA yang salah satunya band indie bojonegoro. Nama dari Glassnost band sudah tidak asing lagi di kota Bojonegoro, karena lagu-lagunya sudah beredar di berbagai radio kota bojonegoro dan sekitarnya seperti lamongan, Surabaya, cepu, dll. Nama glassnost terbentuk pada saat adisa glassnost masih sekolah, dan semuanya satu sekolahan, yang pada saat palajaran sejarah, salah satu dari personil kami menemukan kata glasnost yang berasal dari bahasa Unisoviet dari buku sejarah yang artinya keterbukaan, dengan adanya kata glasnost yang mengandung arti keterbukaan maka kita mengadop kata glasnost kami beri variasi tambahan kata dengan menjadi kata GlaSSnoSt band..
dengan harapan nama glassnost memperlihatkan kesan yang asing dimata orang sehingga orang penasaran mengingat nama GlaSSnoSt band. Meskipun sering gonta-ganti personil tetapi Glassnost tetap eksist berjuang untuk berkarya menciptakan lagu-lagunya yang beraliran pop mellow. Glassnost terbentuk dan di resmikan pada tanggal 16 mei 2005. yang di bentuk waktu adisa masih sekolah. Mungkin Glassnost mengutamakan untuk berkarya lagu. Karena gonta-ganti personil maka personil yang sekarang ini dengan skil yang berbeda-beda yang di satukan membentuk lagu yang berwarna pop soft dengan bertemakan cinta di kalangan anak muda sekarang ini.
Ketika ada waktu luang libur barulah recording di Surabaya tepatnya di Studio PRO. Sehingga jadilah lagu-lagu kami yang kalian semua bisa mendownload lagu GLASSNOST BAND di bawah ini.............
Ini lagu -lagunya Glassnost Band :
1. AKU MENCINTAIMU (Cipt: Adisa)
2.AKU MERINDUKANNYA (Cipt: Adisa)
3. SAYANGI AKU (Cipt: Adisa)
4. PERCAYALAH (Cipt: Adisa)
5. SALINGLAH MENGERTI (Cipt: Adisa)
6. BIDADARIKU (Cipt: Adisa)
7. JANJI SETIA (Cipt: Adisa)
8. TUNJUKKAN JALANMU (Cipt: Adisa)
9. CBST(Cintaku Bertepuk Selah Tangan) (Cipt: Adisa)
Read More...
29 Oktober 2009
DraD band
Tahun 2006 merupakan titik awal dalam perjalanan karir musik 4 anak muda Kota Ledre Bojonegoro ini, karena pada saat itulah mereka bersama-sama membentuk sebuah band yang kemudian diberi nama DraD band. Berawal dari hoby bermain musik dan nongkrong bareng di depan SMPN 4 Bojonegoro ke-empat ABG ini sepakat membuat grup band yang akhirnya diberi nama DraD. Nama ini diambil dari huruf depan para personelnya yaitu, D = Doby (vokal + melody), R = Rony (bass), A = Arif (drum), D = Danang (gitar).
Grup band ini kesulitan jika diminta mengaransemen lagu ciptaan orang lain dan mereka lebih suka membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Lagu-lagu mellow bertemakan cinta menjadi andalan mereka untuk menarik hati pada penikmat musik tanah air. Proses kreaktif dan eksplorasi musik yang mendalam dari masing – masing personel membuat DraD menjadi band yang produktif hingga menghasilkan karya yang dirangkum dalam album perdana yang akan dirilis pada tahun 2009 ini.
Karena kurang mendapat dukungan dari orang tua masing-masing, mereka sampai-sampai patungan bahkan berhutang kepada teman-temannya demi untuk membayar sewa studio musik untuk mereka latihan dan men-track record lagu ciptaan mereka. Pada awalnya, kenekatan mereka untuk menawarkan lagu kepada beberapa radio lokal sempat mentenarkan nama mereka dikawasan Bojonegoro. Beberapa festival band pun pernah mereka ikuti, meski hanya sering masuk 3 besar. Yach.. kendalanya selalu sama, sebenarnya lagu-lagu ciptaan mereka sangat bagus tapi mereka kurang warna dalam aransemen lagu orang/band lain.
Dalam perkembangan selanjutnya, grup band yang tiga dari empat personelnya berasal dari sekolah yang sama ini sempat tidak jelas kelanjutannya karena permasalahan pendanaan, meskipun mereka masih kompak dalam acara nongkrong n kumpul bareng. Hingga pada akhirnya, lagu mereka didengar oleh guru sekolah mereka dan guru tersebut merasa tertarik dan menyadari bakat dan potensi anak didiknya dalam bermusik, lalu sang guru tersebut menawarkan diri untuk menjadi manager band mereka dan merekapun menyepakatinya.
Band ini sempat beberapa kali ganti nama, mulai dari DraD, berganti menjadi Jingga tapi karena sudah ada band yang menggunakan nama ini, mereka berganti nama lagi menjadi Syam dan pada akhirnya balik lagi ke nama awal mereka yaitu DraD Band. Setelah mendapat Manager, band ini bertambah 1 personel lagi perempuan, Putri Christi Evany (keyboard + vokal) yang juga berasal dari sekolah yang sama.
Dengan kesungguhan, ketekunan, kerja keras dan kedewasaan yang selalu akan berkembang, semoga band ini akan sukses dalam meniti karier, tentunya atas izin Tuhan Yang Maha Esa. Amien….
Ini lagu dari DraDBand :
"Kosong"
Download di sini
"Bersama Mimpi"
Download di sini
"Tak lagi Mencintai"
Download di sini
"Yang terindah"
Download disini
"Seandainya"
Download disini
"Jangan Pergi"
Download disini
Read More...
11 Oktober 2009
Creed

Creed adalah band rock alternatif yang terkenal di akhir tahun 1990an dan awal 2000 di Amerika Serikat. Creed mengadaptasi lagu grunge rock alternatif menjadi lagu yang enak didengarkan dari radio.
Beberapa pendengar menganggap lagu-lagu Creed sebagai Christian rock. Namun, vokalis Creed sendiri telah menyatakan :
"Kami sudah mengatakannya berulang kali, kami bukan 'band Kristen.' Kami tidak punya rencana untuk membuat orang lain mempercayai keyakinan yang sama dengan kami." — Scott Stapp, vokalis.
Sejarah
Creed terbentuk di Tallahassee, Florida pada tahun 1995 dengan nama Naked Toddler ketika Stapp dan gitaris Mark Tremonti, bermain bersama dan mulai menulis lagu. Kemudian mereka menambah bassis Brian Marshal dan drummer Scott Phillips. Kemudian mereka berganti nama menjadi Creed yang dinamakan dari band terdahulu Marshall, "Maddox Creed".
Mereka bekerja di bar-bar secara langsung, dimana mereka menarik perhatian Jeff Hanson, yang memperbolehkan mereka bermain di tempat yang lebih besar. Kemudian Hanson membujuk produser John Kurzwegg untuk memproduksi lagu-lagu Creed. Album pertama mereka, My Own Prison diluncurkan dan didistribusikan ke stasiun radio Florida. Ini menarik perhatian beberapa label yang setuju untuk melihat band, namun ternyata hanya sekadar melihat. Tanpa sengaja, Diana Meltzer dari Wind-Up Records mendengar Creed bermain langsung. Akhirnya dia memasang Creed dibawah label Wind-Up. Setelah remix agar terdengar lebih enak, My Own Prison diluncurkan ulang oleh Wind-Up Records.
Album tersebut tanpa diduga berhasil sukses, mencapai Top 40 di Billboard Top 200, dan memunculkan beberapa single ("My Own Prison," "Torn," "What's This Life For," and "One") yang mencapai puncak chart rock di radio. Lagu hit "My Own Prison" juga muncul sebagai pertunjukan langsung di album amal, Live in the X Lounge. Album kedua mereka, Human Clay, diluncurkan pada tahun 1999. Single di album tersebut, "Higher," mendapat beberapa minggu di puncak chart rock. Sampai pada awal tahun 2000 single tersebut menyebrang masuk ke radio pop dan menjadi Top Ten dalam Billboard Pop Chart. Lanjutan single tersebut, "With Arms Wide Open", juga merupakan hit nomor 1 pada musim panas tahun itu.
Sementara itu, Brian Marshall disalahkan para fan ketika dia mengkritik Pearl Jam di sebuah stasiun radio. Dia kemudian dikeluarkan dari band, dan Brett Hestla mngambil alih tur Human Clay. Ketika itu, Fred Durst dari Limp Bizkit menghina Stapp di suatu festival dimana kedua band tersebut mengadakan pertunjukan. Merespon perbuatan Fred Durst, Scott Stapp mengundang Fred Durst untuk bertanding tinju, dimana Durst menolak.
Pada musim gugur pada tahun 2001, My Sacrifice, single pertama dari album terakhir Creed, Weathered, dipakai dalam seri promosi video yang dibuat oleh WWE (World Wrestling Entertainment). "Young Grow Old", side-b dari Human Clay, juga digunakan sebagai lagu tema untuk WWE Backlash pada April 2002. Pada awal 2002, "Bullets" diluncurkan sebagai single. Singlet tersebut tidak terhitung cukup sukses, namun Creed segera memunculkan hit musim panas terbesarnya, "One Last Breath".
Stapp mengalami kecelakaan pada April 2002, yang membuat tur yang telah mereka rencakan sepertinya tidak jadi. Namun Stapp sembuh tepat pada waktunya untuk berpartisipasi dalam pertunjukan terakhir. "Don't Stop Dancing" merupakan hit kecil dari Creed pada akhir 2002/awal 2003.
Creed diisukan pada tahun 2003 bahwa Stapp menggunakan obat terlarang sehingga dia tidak mampu menyanyikan lirik-lirik Creed. Namun isu tersebut dihapus. Masalah berlanjut ketika Creed diisukan menyampaikan pesan-pesan religius dalam musik dan videonya. Sebagian besar penanganan tersebut diarahkan langsung oleh Stapp, walaupun dia menyangkal adanya hubungan antara agama dan band. Hal ini mengakibatkan Stapp keluar dari band.
Pada tanggal 4 Juni 2004, Creed membubarkan diri. Stapp sudah merekam album solo, The Great Divide, bekerja sama dengan Roadrunner Records, sementara yang lainnya sudah membentuk band baru, Alter Bridge, dengan Myles Kennedy. Bassist Brett Hestla juga bergabung dengan band Dark New Day.
Anggota band
Scott Stapp: Lead Vocal
Mark Tremonti:Lead Guitar, Vocal & Studio Bassist
Scott Phillips:Drum & Keyboard
brian marshall:Bass
Read More...
04 Oktober 2009
Data Biografi
Band asal Indiana, Amerika Serikat beraliran alternative/rock ini terdiri dari Kristopher Roe (Gitar+Vokal), Chris Swinney (Gitar), Bryan Nelson (Bass), dan Jake Dwiggins (Drum). Hit single nya The Boys of Summer. Band ini bisa dikatakan sebagai salah satu pelopor band independen di benua Amerika. Sampai sekarang telah merilis tujuh album dan yang tebaru adalah ”The Graveyard of the Atlantic” akan dirilis di Jepang.
02 Juli 2009
Biografi:KOTAK BAND.

Formasi baru KOTAK banD_ ( 3 kesempatan manis yg Ajaib )
Untuk histori KOTAK Band dari terbentuknya lihat disini
Seperti kata orang bijak:...."selalu ada kesempatan bagus di balik kesulitan..". Mungkin, pernyataan ini pas dengan yang dialami KOTAK. Tiba-tiba, Pare, sang vokalis menyatakan mundur dari grup yang sama-sama telah dibangunnya sejak tahun 2004 lalu itu.
Keinginan Pare ini tentu membuat kaget temen-temennya yang lain, Posan (drum), Ichez (bass), dan Cella (gitar). "Saya ingin di balik layar aja. Sulit buat saya untuk selalu di depan jadi frontman. Tapi saya nggak akan ninggalin Kotak begitu aja. Kapan aja kalo dimintain tolong, saya pasti pasti bantuin Kotak, misalnya buat bikin lagu," tutur Pare, saat itu.
Meskipun berat - tapi setelah memahami betul alasan Pare - ketiga personel Kotak lainnya merelakan Pare untuk keluar, akhir 2006 lalu. Yap! Posan, Ichez, dan Cella nampaknya sadar - bahwa segala yang awalnya dipertemukan, pasti satu saat pun akan dipisahkan. Yang penting, bagi mereka - dan tentunya bagi kita juga - hidup harus terus mengalir......and the show must go on. Dan kesulitan lantaran Pare hengkang, toh terbukti melahirkan kesempatan- kesempatan bagus.
Kesempatan bagus pertama , band jadi diberi waktu untuk merenung - tepatnya melakukan introspeksi atas apa saja yang telah dilakukan mereka selama ini - sejak lahir dan meluncurkan debut album di tahun 2005 , mencatat nggak kurang dari 150 show sepanjang 2005- 2006 , dan punya tiga singel hit: Sendiri, Saat Ku Jauh, dan Terbang.
Kesempatan bagus kedua , band dibuka cakrawala berpikirnya, bahwa perubahan itu adalah sesuatu yang wajar. Band harus mencari dan mengisi kekosongan yang diakibatkan hilangnya sesi vokal. Dan, itu artinya bakal ada yang berubah dengan racikan musik yang selama ini mereka suguhkan.
Kesempatan bagus ketiga , KOTAK akhirnya menemukan vokalis baru yang nggak kalah hebat ketimbang Pare - bahkan pada sisi lain punya kelebihan yang nggak dipunya Pare - dan vokalis baru KOTAK itu adalah: Tantri . Dan, terus terang Tantri bukan wajah baru buat personel KOTAK. Karena, Tantri melesat dari grup Ares yang merupakan kerabat dekat KOTAK.
Tantri yang saat itu masih duduk di kelas 2 SMA, terkenal dengan kualitas vokalnya yang prima. Ia bisa begitu "dalam dan tebal" menyanyikan lagu bernada lembut tapi pada tempo lain bisa melengking membawakan nomor-nomor keras. Setelah cabut dari Ares, Tantri kemudian memutuskan bergabung dengan KOTAK, sejak awal Maret 2007 lalu.
Kesempatan bagus keempat , dengan formasi baru - dengan hadirnya Tantri - KOTAK punya modal kuat untuk membuktikan bahwa mereka bisa lebih hebat dari formasi sebelumnya.
Dan, semua kesempatan itu diwujudkan dengan KOTAK segera menggarap album kedua. Sementara menunggu seluruh materi siap direkam, band meluncurkan radio singel terlebih dahulu.
Radio singel itu berjudul: Ijinkan Aku . Dan Pare memang nggak ingkar janji. Karena Ijinkan Aku adalah lagu karyanya yang memang disiapkan untuk KOTAK.
Lagu ini sepintas terdengar begitu pop, tapi sesungguhnya KOTAK nggak menghilangkan ciri band yang selama ini terpatri: Rock. Dan tarikan vokal Tantri mengantar Ijinkan Aku jadi begitu dinamis tanpa kehilangan unsur manisnya. Saat sesi rekaman Ijinkan Aku, band dikawal oleh Yuka Dian Narendra, produser muda yang kemudian terbukti sukses meramu lagu ini jadi begitu cathcy.
Apakah KOTAK mampu berkiprah di tengah membanjirnya band- band baru saat ini? Mustinya mampu. Karena, meskipun baru punya satu album yang bisa diterima pencinta musik negeri ini, jelas KOTAK bukanlah band baru. Dan kini, lewat singel terbaru, Beraksi, berilah KOTAK ijin untuk kembali menggebrak.
Read More...
28 Juni 2009
Profile :

Terlahir sebagai Steven Frank Albini, di usia yang masih relatif muda ia memutuskan untuk berkarir di dunia musik. Tapi tak hanya bermain musik, kelahiran Pasadena, California ini juga dikenal handal sebagai produser musik, audio engineer hingga jurnalis di media musik.
Menghabiskan masa kecilnya dengan berpindah-pindah, ia akhirnya menetap di Missoula, Montana tahun 1974. Berawal dari kebosanan yang menjangkiti kesehariannya, Albini mulai terdorong untuk menekuni musik. Awalnya ia belajar bass bahkan ia mengambil kursus untuk menguasai instrumen satu ini. Saat itu, Albini juga setia mengikuti musik-musik dari Ramones, dan baginya band ini adalah salah satu band yang layak ia dengarkan selain The Stooges, Television, The Fall, Velvet Underground, The Birthday Party dan Killing Joke dan beberapa band lainnya.
Lulus SMU, ia mulai masuk perguruan tinggi dan memilih bidang jurnalistik. Dari sini ia mulai sering menulis untuk zine lokal salah satunya, Matter, media yang menyoroti scene punk-rock saat itu. Di tahun 1982 ia kemudian membentuk Big Black bersama Jeff Pezzati dan Santiago Durango dan sempat merilis beberapa EP seperti Bulldozer, Racer-X dan album Atomizer serta Songs About Fucking. Setelah mendulang kepopuleran lewat kontroversi dan lirik-lirik yang terkenal "keras", mereka bubar di tahun 1987. Tak berhenti di sana saja, Albini kemudian menciptakan kontroversi baru bernama Rapeman di tahun yang sama. Tak seperti band sebelumnya, Rapeman hanya bertahan setahun setelah merilis EP Budd dan album Two Nuns and a Pack Mule. Dan sejak 1992 hingga sekarang Albini masih setia bersama Bob Westomn dan Todd Trainer yang tergabung dalam band bentukannya, Shellac. Hingga kini mereka sudah merilis 4 album At Action Park (1994), Terraform (1998), 1000 Hurts (2000), dan Excellent Italian Greyhound (2007).
Sejak beberapa waktu lalu, Albini mulai aktif menjadi produser. Untuk pekerjaan satu ini ia cukup banyak mendapat pengaruh dari John Loder yang dikenal mampu membuat album dalam waktu yang relatif cepat dengan harga murah, tapi tetap berkualitas. Loder juga peka terhadap sound serta nilai estetis yang dimiliki oleh band yang ia asuh. 
Sebagai produser, Albini tidak menerima royalti dari album yang dia rekam/mix. Band yang mempekerjakannya cukup membayar uang sewa flat yang digunakan untuk rekaman (sementara fasilitas yang digunakan adalah miliknya sendiri), meski begitu ia tetap bisa menghasilkan album berkualitas. Ia juga dikenal sangat murah hati karena kerap membiarkan teman-teman musisi lainnya menggunakan fasilitas di studio miliknya. Menurut Albini dia sangat tidak setuju dengan tindakan beberapa produser yang sering terlalu berlebihan dalam memegang kendali terhadap satu band. Bagi pria 46 tahun ini, melibatkan band dan mendengarkan apa yang mereka mau serta tidak bersikap bossy adalah hal yang akan selalu ia pegang sebagai produser.
Tak heran banyak sekali musisi yang senang bekerjasama dengannya, baik sebagai produser maupun sebagai audio engineer. Hingga kini Albini tercatat sudah menghasilkan sekitar 1.500-2000 album dan kebanyakan untuk musisi yang tidak terlalu populer. Adapun beberapa nama populer di antaranya adalah Nirvana, The stooges, Pixies, PJ Harvey, Manic Street Preachers, mono, Dirty Three, Slint, Bush, Nina Nastasia, Jawbreakers dan masih banyak lagi.
Album-album yang berasal dari sentuhan tangan dinginnya ini kebanyakan menghasilkan sound sonic yang khas. Ia juga dikenal lebih memilih rekaman live di studio dimana para personil band berada dan bermain dalam satu ruangan. Dan ciri lainnya ia punya kebiasaan menjaga vokal tetap "low in the mix". Hal ini bisa didengar lewat album In Utero milik Nirvana. Di album ini orang bisa menemukan contoh rekaman tipikal Albini.
Begitu banyaknya karya cemerlang yang dia hasilkan, tak heran jika kemudian banyak orang yang memandangnya sebagai sosok yang sangat pintar dalam industri musik termasuk dalam perkembangan musik indie. Sudah bukan rahasia lagi jika Albini menjadi pendukung setia bagi label-label indie yang tengah mencoba melakukan gebrakan, salah satunya adalah Touch and Go Records. Albini juga dengan tegas mendukung proses rekaman analog ketimbang digital dimana ini bisa jelas terbaca di sampul CD Big Black, Songs About Fucking (1987). Di sana ia mengatakan "The future belongs to the analog loyalists. Fuck digital." Namun ia kemudian mengalah juga pada gempuran teknologi digital dan kemudian mendirikan Studio Electrical Audio. Meski memiliki studio ini, Greg Norman, sang engineer di sana mengaku bahwa rekannya itu selalu menolak untuk membicarakan set-up peralatan digital di studio itu. Studio ini juga merupakan sponsor bagi Winnemac Electrons of the Chicago Metropolitan Baseball Association.
Dan kini sudah lebih dari dua dekade ia berkiprah dalam dunia musik. Selama itu pula, banyak orang yang memberikan penghargaan kepadanya, di antaranya dengan membuat lagu yang didedikasikan untuk seorang Steve Albini. Sebuah band indie-rock asal Los Angeles, The Black Watch membuat lagu berjudul "Steve Albini" yang terdapat dalam EP mereka Seven Rollercoasters (1997), lalu "Letter to Fanzine" milik The Great Plains, "Steve Albini's Blues" dari Songs:Ohia dan dua lagu milik Wesley Willis yang berjudul "Steve Albini" dan "Steve Albini (Reprise)". Bahkan sebuah band dari Perancis menamakan bandnya dengan "Enregistré par Steve Albini" (Recorded by Steve Albini).
Read More...
Biografi:LINKIN PARK.

Biografi :
Linkin Park adalah grup musik asal Amerika Serikat yang mulai dikenal lewat lagunya Crawling pada album pertama, Hybrid Theory. Album tersebut terjual hingga jutaan kopi di seluruh dunia.
Dengan kesuksesan debut albumnya itu, muncul album remix dari album Hybrid Theory, berjudul Reanimation.
Pada Maret 2003, Linkin Park mengeluarkan album keduanya berjudul Meteora. Dan yang terbaru, pada Mei 2007, Linkin Park merilis album ketiganya berjudul Minutes to Midnight.Linkin Park sendiri didirikan pada 1996, dengan anggota saat ini Chester Bennington (vokal), Rob Bourdon (drum), Brad Delson (gitar), Dave ‘Phoenix’ Farrell (gitar bass), Joseph Hahn (turntable, sampling), Mike Shinoda (backing vocal, sampling).
Read More...
27 Juni 2009
Biografi:METALLICA

Origin Los Angeles, California, United States
Genre(s) Heavy metal, thrash metal, hard rock, speed metal
Years active Since 1981
Label(s) Warner Bros., Elektra, Vertigo, Megaforce, Sony (Japan)
Associated acts Megadeth, Echobrain, Spastik Children, Leather Charm, Exodus
Website www.metallica.com
Members
James Hetfield
Lars Ulrich
Kirk Hammett
Robert Trujillo
Former members
Ron McGovney
Dave Mustaine
Cliff Burton
Jason Newsted...Metallica is an American heavy metal band from Los Angeles, California, formed in 1981. Founded when drummer Lars Ulrich posted an advertisement in a local newspaper, Metallica's line-up has primarily consisted of Ulrich, rhythm guitarist and vocalist James Hetfield, and lead guitarist Kirk Hammett, while going through a number of bassists. Currently, the spot is held by Robert Trujillo.Metallica's early releases included fast tempos, instrumentals, and aggressive musicianship that placed them as one of the "big four" of the thrash metal subgenre alongside Slayer, Megadeth, and Anthrax.[1] The band earned a growing fan base in the underground music community and critical acclaim, with the 1986 release Master of Puppets described as one of the most influential and "heavy" thrash metal albums. The band achieved substantial commercial success with Metallica (1991), which debuted at number one on the Billboard 200. With this release the band expanded its musical direction resulting in an album that appealed to a more mainstream audience.
In 2000, Metallica was among several artists who filed a lawsuit against Napster for sharing the band's copyright-protected material for free without the band members' consent.[2] A settlement was reached, and Napster became a pay-to-use service. Despite reaching number one on the Billboard 200, the release of St. Anger alienated many fans with the exclusion of guitar solos and the "steel-sounding" snare drum. A film titled Some Kind of Monster documented the recording process of St. Anger.
Metallica has released nine studio albums, two live albums, two EPs, twenty-four music videos, and forty-five singles. The band has won nine Grammy Awards, and has had five consecutive albums debut at number one on the Billboard 200, making Metallica the only band, other than the Dave Matthews Band, to do so.[3] The band's 1991 album, Metallica, has sold over 15 million copies in the United States, and 22 million copies worldwide, which makes it the 25th-highest-selling album in the country.[4] The band has sold an estimated 100 million records worldwide as of the release of their latest album, Death Magnetic. As of September 2008, Metallica is the fourth highest-selling music artist since the SoundScan era began tracking sales on May 25, 1991, selling a total of 51,136,000 albums in the United States alone.
Read More...
JAMRUD..


Formasi awal Jamrud semula terdiri atas Azis Mangasi Siagian (gitar), Ricky Teddy (bass), Agus (drum) dan Oppi (vokal). Formasi terakhir terdiri dari Azis Mangasi Siagian (gitar), Krisyanto (vokal), Ricky Teddy (bass) dan Suherman Husin (drum).
Di tengah perjalanan beberapa kali berganti personil, termasuk keluar dan masuknya Sandy Handoko dan Fitrah Alamsyah. Dan terakhir pada 5 November 2007, Kristianto mengundurkan diri dari group yang hit dengan lagu-lagu 'yang apa adanya' itu
Album Jamrud di antaranya Nekad (1996), Putri (1997), Terima Kasih (1998), Ningrat (2000), Sydney Sydney 090102 (2002), BO 18+ (2004), All Access In Love (2006) dan sejumlah album kompilasi.
Gebrakan Band Rock Jamrud Formasi Baru
Banyak orang mengira grup rock Jamrud sudah tinggal sejarah setelah ditinggal vokalisnya, Krisyanto, November 2007, yang kemudian diikuti hengkangnya drummer Herman beberapa waktu kemudian. Namun, band asal Cimahi ini mencoba buktikan bahwa mereka tak akan menyerah semudah itu.
Hari Rabu (12/11), Jamrud sedang menyelesaikan pengambilan gambar klip video lagu ”Ingin Kembali” di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Menurut produser Log Zhelebour, lagu tersebut adalah single pertama dari album terbaru Jamrud berjudul New Jamrud-Mimpi Jadi Presiden, yang akan dirilis oleh Logiss Records awal Desember nanti.
Baru
Jamrud tampil dengan formasi baru. Dua anggota asli yang masih bertahan adalah Azis MS pada posisi gitar dan Ricky Teddy pada bas. Sisanya adalah personel baru, yakni Jaja Amdonal (Donal, 25 tahun) mengisi posisi Krisyanto pada vokal, Danny Rachman (Danny, 25) menggantikan Herman di drum, dan tambahan satu gitaris, yakni Mochamad Irwan (Irwan, 24).
Dengan demikian, Jamrud baru ini menggunakan formasi gitar ganda. Menurut Azis, yang menjadi motor dan penulis sebagian besar lagu Jamrud sejak awal, formasi gitar ganda ini justru kembali pada bentuk Jamrud saat awal berdiri dulu. ”Dari dulu sebenarnya Jamrud selalu memakai format double guitar. Hanya setelah Fitrah meninggal, posisinya tidak pernah diganti secara resmi. Saat rekaman di studio, saya sendiri yang mengisi suara gitar kedua, sementara saat live di panggung, kami memakai pemain tambahan,” papar Azis.
Audisi
Perekrutan tiga pemain baru ini melalui proses audisi internal yang digelar Jamrud dan Logiss. Menurut Azis, audisi itu memakan waktu hingga enam bulan. ”Mencari personel baru ternyata tak semudah yang dibayangkan. Yang paling susah dari sisi pribadinya. Banyak pemain yang vokal atau permainan gitarnya sudah pas, tetapi ternyata terlibat narkoba,” ungkap gitaris bernama lengkap Azis M Siagian ini.
Jamrud masih menyimpan trauma kehilangan dua personelnya, yakni Fitrah (gitar, meninggal pada 1999) dan Shandy (drum, meninggal tahun 2000), karena masalah narkoba (Kompas, 22/7/2001). ”Konyol kalau kami mengulang sejarah pahit itu,” tukas Azis.
Karakter
Album baru ini berisi 10 lagu, yang terdiri atas tujuh lagu baru dan tiga lagu versi karaoke (minus one). Menurut Azis, Jamrud masih mempertahankan corak musiknya selama ini. ”Kami memakai materi yang dibikin Jamrud (formasi) lama, jadi tidak ada perubahan yang terlalu besar,” katanya.
Vokal Donal sepintas mirip karakter vokal khas Krisyanto, yang berat serak dan melafalkan huruf ”i” menjadi ”e”. Namun, masih terasa lebih ringan dibandingkan pendahulunya itu. Menurut Log, Donal memiliki perpaduan karakter vokal Krisyanto dan Roy Jeconiah (vokalis Boomerang).
Read More...

