Tampilkan postingan dengan label Legenda Rock Indo.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Legenda Rock Indo.. Tampilkan semua postingan

03 Oktober 2010

Eet Sjahrani (masih) Optimis dengan Rock

JAKARTA - Virus pop yang sudah menular sampai pelosok kota dan desa di negeri ini, tak menyurutkan Eet Sjahrani sang gitaris EdanE untuk tetap bermusik di jalur rock.

Eet mengakui saat ini pasar Indonesia sedang berpihak pada lagu-lagu pop dan pop melayu, ditambah berubahnya format fisik seperti kaset dan CD menjadi digital, posisi musik rock di Indonesia seperti terkena hantaman bertubi-tubi.

"Industri musik itu kita kena imbas dari luar negeri, dalam arti kalau disana ikut hancur, ke kita pun ikut hancur, karena teknologi sudah berpindah format orang gak lagi menjual dalam bentuk fisik. Kalau anda bicara musik rock itu sendiri jelas lebih dipengaruhi lagi gara-gara itu, karena musik rock itu sendiri tidak begitu diminati di negeri ini, jadi ancur industrinya," tutur Eet saat berbincang dengan Okezone, Selasa (21/9/2010).

Dengan pasar rock yang sedikit, bukan berarti jalur musik ini sudah tidak menjanjikan, bagi yang punya idealisme dan kecintaan terhadap musik rock seperti halnya Eet, penghasilan dari penjualan album, RBT juga offair bukan jadi prioritas.

"Kalau soal optimisme harus ada, cuma kan berkaitan seperti yang tadi saya sebut, kalau yang sedang in di anak-anak muda memang seperti itu (musik pop). Kalau bicara musik rock ya seperti ini aja kalau saya melakukan ini karena saya suka aja bukan karena apa-apa (imbalan materi)," katanya.

Apalagi kini kelompok musik rock yang berjaya di era 90-an sedang diuji eksistensinya, karena kini tinggal menyisakan dua personil saja yakni Eet sendiri dan Fajar Satriatama (drumer). Kata Eet, yang kini hanya ditemani Fajar saja mengaku lebih simple dibandingkan berempat.

"Jauh lebih simple malah, pada dasarnya dari dulu juga gue begitu, ya gue coba mengakomodir dari berbagai pihak aja, kalau mau mengakui ini solo album gak juga, karena nanti dibilang arogan," tutupnya. (uky)
Read More...

07 April 2010

U'Camp, Pembuka Pintu Musik Rock Bandung Di Tahun 1993

Untuk penggemar musik rock di Bandung pada era 90an awal, selain mengenal Rudal dan Sahara tentu juga menegnal U’Camp. Band yang bermarkas di Jalan Anggrek No. 11 Bandung dan berdiri tahun 1989 silam ini pernah mengharumkan nama Bandung yang kala itu corak musik hard rock dan heavy metal sangat didominasi oleh Surabaya dan Jakarta.

Adapun kata U’Camp sendiri berasal dari kata you dan camp yang berarti tempat kamu mangkal. Pada awal mereka berdiri, mereka beranggotakan Rudy Karamoy (vokal), Azram Azib atau yang akrab dipanggil Iram (gitar), Erry Husen (bass) dan Zoelfikar (drum). Saat mereka muncul di panggung-panggung musik di Bandung, mereka kerap sekali membawakan lagunya White Lion dan Bon Jovi dikarenakan karakter vokal Rudy sangat sesuai membawakan lagu tersebut.

Tahun 1991, Noviar Rachmansyah yang akrab dipanggil Ovy pulang ke Indonesia dan masuk menjadi personil U’Camp setelah menyelesaikan pendidikan gitar klasik di Inggris selama 4 tahun dan Amerika selama 2 tahun. Masuknya Ovy sebagai gitaris U’Camp sebetulnya menggantikan posisinya Darwin dan juga membuat U’Camp tampil dengan double guitar. Formasi komplit ini kemudian mulai mengaransemen lagu untuk membuat sebuah album dengan porsi terbesar dalam menciptakan lagu dilakukan oleh I

Agustus 1992, mereka mulai menemukan titik terang dimana Ian Antono sebagai gitaris Gong 2000 dari Bengkel Musik Gong bersedia menjadi produser untuk menangani debut albumnya U’Camp. Seiring berjalannya proses rekaman ternyata timbul sedikit masalah dalam band, Zoelfikar yang saat itu berperan sebagai drummer mulai turun semangatnya. Untuk menaikan mood dalam proses rekaman keempat personil lain membelikannya seperangkat drum baru untuk mempercepat proses. Namun semangat Zoelfikar untuk menyelesaikan proses rekaman tidak kunjung tiba. Ian Antono yang saat itu berperan sebagai produser akhirnya turun tangan dan menyarankan untuk mencari drummer pengganti Zoelfikar.
< Januari 1993, U’Camp akhirnya menemukan drummer baru yaitu Agus Teguh Prakosa Andarusman atau Sandy untuk menggantikan posisinya Zoelfikar. Sekedar informasi, Sandy sebelumnya pernah privat drum ke Gilang Ramadhan (Krakatau) dan pernah mengikuti workshop di Indra Lesmana. Hasil rekaman yang baru setengah jadi saat masih bersama Zoelfikar terpaksa harus diulang dari awal baik dari karakter musik dan aransemen. Ternyata dengan masuknya Sandy dalam band, U’Camp semakin solid dalam menyelesaikan rekaman dan akhirnya April 1993 proses rekaman selesai. Sebelum album yang mereka buat dilepas ke industri musik Indonesia, U’Camp memberikan uncluster-ucampsejumlah promo ke sebuah stasiun radio di Bandung yaitu GMR Rock Station 104,4 FM yang saat itu dinilai pantas untuk memutar lagunya U’Camp “Bukalah Hatimu" dan "Anak Metal”. Saat diputar di GMR, ternyata respon dari pendengar sangat bagus dan U’Camp pun berhasil masuk tangga lagu Gugus Bintang dan Dasa Rock Indonesia. Rekaman dan produksi yang menelan biaya Rp. 70 juta dari orang tuanya Ovy yaitu Ibu Soffie Sopandi ini memuat 10 lagu dan diberi titel Bayangan yang dirilis oleh Metrotama Records pada bulan Juni 1993. Dalam album tersebut U’Camp berhasil memadukan rock, ballad, rock n’ roll, hard rock dan heavy metal. Walaupun “Bukalah Hatimu" dan "Anak Metal” adalah lagu yang diandalkan, namun produser memilih 'Bayangan' sebagai lagu yang diandalkan untuk promo klip di TV. Berkat seringnya lagu 'Bayangan' yang bernuansa ballad ditayangkan di stasiun televisi dan diputar di stasiun radio serta variatifnya konsep yang ditawarkan, album ini menjadi sangat diminati oleh penggemar rock se-Indonesia karena dianggap membawa angin segar terhadap perkembangan musik Indonesia. Hasilnya, album ini berhasil terjual 300 ribu kopi. Selain melakukan promo lewat radio U’Camp pun melakukan promo tur diberbagai kota di Indonesia dan disambut sangat antusias. Berkat kesuksesan U’Camp, akhirnya beberapa produser di Jakarta tertarik untuk memproduseri musisi dari Bandung seperti Loch Ness, Sahara, RJS, Feel Beat, Budi Abuy dan Bad Apples yang dianggap sangat potensial untuk pasar musik Indonesia. Setelah meraih sukses yang sangat dahsyat untuk album Bayangan, Desember 1993 U’Camp kembali masuk dapur rekaman untuk menggarap album kedua. Dalam album kedua, konsep musik yang dibuat sedikit agak menurunkan tempo dibandingkan album pertama tetapi semua personil hampir rata kebagian membuat lagu dan U’Camp pun berhasil memproduseri sendiri album tersebut tidak seperti dalam album pertama yang diproduseri oleh Ian Antono. April 1994 di bawah label Wilhan Records dengan distributor Metrotama Records, U’Camp merilis album kedua yang bertitel VOL.2 dengan lagu andalan 'Senyummu' yang diciptakan oleh sang vokalis Ruddy Karamoy. Album yang banyak memuat lagu bertempo slow, ballad dan medium ini masih diminati oleh publik rock Indonesia walaupun tidak sedahsyat album Bayangan. Masih dalam tahun yang sama tepatnya Agustus 1994, U’Camp merilis sebuah single bertitel 'Aku Cinta' dalam bentuk kompilasi bersama Pungky Andomedha, Ekki Lamoh, Kamikaze dan Red Spider dibawah label Harpa Records. Dua personil U’Camp yang berperan sebagai gitaris yaitu Iram dan Ovy, April 1995 merilis sebuah single “Sunyi” di bawah label Metrotama Records. Untuk membuktikan bahwa U’Camp bisa menjaga eksistensi di blantika musik Indonesia, Agustus 1995 mereka merilis album ketiga Masih Ada dengan label Wilhan Records melalui Metrotama II sebagai distributor. Dalam album ini konsep yang dibawakan cenderung memainkan tempo heavy metal walaupun ada dua lagu yang bernuansa ballad, “Dimana" dan "Aku Masih”. Entah karena musik rock saat itu sedang didominasi oleh grunge dan alternative, kehadiran U’Camp saat itu seolah kurang diminati publik rock saat itu. uncluster-ucampSementara untuk mencari angin segar diluar U’Camp, Ruddy sang vokalis merilis solo album yang bertitel Ingat Kamu. Dua tahun setelah merilis album ketiga tepatnya tahun 1997, U’Camp merilis sebuah single “Kuingin” dalam bentuk kompilasi lagu-lagu terbaik U’Camp. Akibat krisis moneter dan berubahnya industri musik di Indonesia awal 1998, Noviar Rachmansyah atau Ovy mengundurkan diri dari U’Camp. Ovy ditahun 2001 pernah bergabung dengan Sahara dan akhirnya Agustus 2002 sampai sekarang merupakan personil tetapnya /rif. Di tengah krisis moneter yang menimpa Indonesia tahun 1998, Februari 1998 U’Camp kembali eksis lewat album keempat Melangkah di bawah label Blackboard. Personil yang bertahan yaitu Ruddy (vokal), Iram (gitar), Erry (bass), Sandy (drum), mengandalkan single yang sama dengan album yang sama “Melangkah”. Album tersebut sedikit mengobati rasa rindu U’Camp terhadap penggemar musik rock Indonesia dan terjual lumayan lebih besar dibanding album ketiga Masih Ada. Setelah berempat bertahan agak lama dalam formasi tersebut, tahun 2000 Erry mengundurkan diri dari U’Camp begitupun Sandy lebih memilih bergabung dengan Pas Band menggantikan Richard Mutter. 10 tahun dalam masa kevakuman, 2008 lalu mereka merilis album kelima yang bertitel Apa Kabar melalui Nataswara Records dengan single andalan “Aku Bukan Mainan”. Lewat album tersebut, U’Camp tampil dengan personil baru yaitu Dhino (vokal), Iram (gitar), Dimmy (gitar), Ozy (bass) dan Arie (drum). Album kelima mereka sepertinya kurang terdengar gaungnya dikarenakan industri musik di Indonesia saat ini sangat didominasi oleh band pop mellow. Untuk penggemar berat musik rock diawal 90an khususnya U’Camp, tahun 2010 ini mereka kembali mengadakan reuni dengan formasi Ruddy (vokal), Iram (gitar), Ovy (gitar), Erry (bass) dan Sandy (drum). Dengan formasi reuni ini mereka sudah beberapa kali tampil di stasiun TV dengan membawakan lagu-lagu lawas mereka. Hadirnya U’Camp dalam formasi reuni ini diharapkan dapat mengeksiskan kembali rock Indonesia yang akibat derasnya band-band pop yang merajai industri rekaman Indonesia saat ini.(GUNTUR GMR)

Read More...

28 Juni 2009

Sejarah SLANK...


Awal Karir

Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.[1]

Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank[2], sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean[1] dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar mereka.Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank.[1] Dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke-13, Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid.[2]

Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.[1]

Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memang dan Maafkan itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama. [1]

Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra.[1] Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player[2].

Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.[1]

[sunting] Narkoba

Terbujuk rayuan teman di Bali 14 tahun lalu, Bimbim—penabuh drum grup musik Slank—dan keponakannya, Kaka—vokalis Slank—pun mencecapi ”obat langit” yang membuat pemakainya melayang-layang dan ketagihan.

Waktu pertama kali mencoba (1994), mereka bilang badan jadi tidak enak. Muntah-muntah. Enek. Tapi kok besok paginya mencari lagi? Itulah putau, sekali pakai orang langsung ketagihan. Maka berlanjutlah ia memakai putau.

Semenjak memakai jenis narkoba ini, Bimbim yang biasanya pendiam, rapi, tak suka teriak-teriak, tiba-tiba berubah. Demikian juga Kaka.

Banyak pengalaman pahit, dari sejak mereka pakai (1994) sampai tahun 1999. Pengalaman di Lubuk Linggau (1998) juga tak terlupakan. Mereka ”kehabisan barang”, sakau. Tidak ada orang jual barang seperti itu di Lubuk Linggau. Bimbim sampai tidak bisa bangun, di kamar. Padahal mereka masih harus melayani wartawan, wawancara. Tinggal Kaka, yang badannya lebih kuat, melayani wartawan, meski dengan susah payah. [3]

Slank membantah anggapan bahwa dengan mengkonsumsi Narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa menggunakan barang haram tersebut mereka terbukti bisa menghasilkan karya-karya bagus. [4]

"Saat membikin album pertama hingga ketiga, kami belum memakai Narkoba, tapi album itu terbukti paling bagus. Jadi, tanpa Narkoba kami bisa menghasilkan karya yang bagus. Setelah album ketiga, kami menjadi pengguna," ujar Kaka


Read More...

27 Juni 2009

POWER METAL


ReviewReviewReviewReviewReview Power Metal (Band) Dec 5, '07 6:08 AM
for everyone
Category: Music
Genre: Rock
Artist: Power Metal
Lebih dari lima belas tahun adalah sebuah perjalanan cukup panjang bagi sebuah grup rock macam Power Metal yang mampu bertahan dan tetap eksis. Tak bedanya dengan kebanyakan grup band lainnya, dalam perjalanannya kelompok musik ini juga mengalami gelombang pasang-surut. Di tengah popularitas dan kharismanya sebagai band heavy metal, ternyata grup ini sering diguncang oleh persoalan yang terjadi dalam intern tubuh mereka, seperti sering terjadinya pergantian personel. Bahkan hampir tiga tahun belakangan ini grup band ini gaungnya kurang terdengar lagi. Sampai akhirnya muncul spekulasi bahwa grup ini sudah bubar.

Ternyata spekulasi berita itu tidak benar adanya. Power Metal tidak bubar, dan masih tetap eksis. Cuma sempat vakum saja. Setelah cukup lama vakum, grup rock asal Surabaya ini mencoba kembali eksis di blantika musik rock Indonesia. Justru di tengah kevakuman itu dimanfaatkan mereka mempersiapkan album baru. Dengan dirilisnya album berjudul Topeng-Topeng Murka (2002), sekaligus menjadi jawaban bahwa Power Metal masih eksis, dan tetap solid. Bagaimana perkembangan Power Metal itu sendiri memang tidak lepas dari dinamika yang ikut mewarnai perjalanan karier grup mantan juara Festival Rock se-Indonesia V versi Log Zhelebour, tahun 1989.

Grup band yang awal berdirinya bernama Power, sejak September 1987 berubah nama jadi Power Metal, dengan formasi Pungky Deaz (vokal), Ipunk (gitar), Hendrix Sanada (bas), Raymond Ariasz (kibor), dan Mugix Adam (dram). Sesuai namanya Power Metal, perubahan nama ini sekaligus untuk memproklamirkan diri jadi band rock beraliran heavy metal. Sebelum menjelajahi dunia rekaman, dalam aksi panggungnya grup ini sering membawakan lagu-lagunya Metallica, Anthrax, Helloween, Loudness atau Yngwie J. Malmsteen. Belum genap setahun dibentuk, grup band ini sudah menunjukan prestasi cukup membanggakan, antara lain dengan keherhasilannya menyabet juara pertama Festival Rock Remaja se-Jawa Timur di Lumajang (1987). Disusul tahun berikutnya meningkat jadi juara pertama Festival Rock se-Jawa di Kediri (1988). Prestasi ini dianggap belum cukup, masih ada satu event festival yang jadi targetnya, yaitu Festival Rock se-Indonesia - nya Log Zhelebour. “Itu salah satu jadi obsesi kita,” kenang Raymond, soal keberhasilan Power Metal menjuarai Festival Rock se-Indonesia V (1989) Selain jadi juaranya, Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist. “Sekali ikut langsung jadi juara,” kata Raymond dengan bangga. "Waktu itu kita sama sekali tidak menyangka bisa jadi juaranya," tambah Ipunk. Grup band yang dianggap rival terberatnya saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman.

Sebagai promotor merangkap produser, Log Zhelebour memang belum menjanjikan grup band juara pertama Festival Rock se-Indonesia langsung teken kontrak rekaman album. Baru sebatas direkam di album kompilasi 10 Finalis Festival Rock se-Indonesia V. Sementara juara pertamanya dijanjikan ikut tur 10 kota. Kebetulan waktu itu Log mempersiapkan pagelaran Tur Rakasasa God Bless (1990). Selain Power Metal, tur God Bless ini juga didampingi Elpamas dan Mel Shandy. Di tengah persiapan tur, Power Metal diguncang hengkangnya Pungky, lalu diikuti Hendrix Sanada. Jelas ini membuat sisa personelnya kalang-kabut mencari vokalis dan pemain bas, pengganti Pungky dan Hendrix. “Kita langsung melirik Arul, vokalis Big Boys dari Banjarmasin,” kata Raymond. Akhirnya Arul yang pernah dinobatkan sebagai the best vocalist di Festival Rock se-Indonesia V imenggantikan posisi Pungky.Tinggal pemain basnya, belum dapat. Sementara belum dapat pemain tetap, akhirnya pakai additional musician, diantaranya ada nama Roy Oracle dan Didiet Shaksana. Usai mengikuti tur, akhirnya tawaran rekaman datang dari Log Zhelebour.

Selama persiapan bikin album Arul dkk dikarantina di sebuah vila di daerah Malang – Jawa Timur. “Hampir sebulan kita dikarantina untuk bikin lagu,” kenang vokalis Power Metal. Begitu materi lagu sudah siap, mereka kembali kelimpungan siapa jadi pemain basnya. Sementara mereka harus secepatnya masuk studio. Akhirnya digaet Prass Haddy, pemain bas di band Pelni. Karena terikat dengan pekerjaan, posisinya membantu sebatas rekaman sampai album keluar. Dengan persiapan cukup matang, proses rekaman mereka berjalan mulus.

Dengan formasi Arul Efansyah (vokal), Ipunk (gitar), Prass Haddy (bas), Raymond Ariasz (kibor), dan Mugix Adam (dram), Power Metal berhasil merampungkan album perdananya diberi judul Power One (1991), yang dirilis dibawah bendera Logiss Records. Lewat debut albumnya ini, Power Metal langsung melesat ke putaran orbit grup rock papan atas yang mulai diperhitungkan. Setidaknya popularitas Power Metal sudah sejajar dengan band seniornya alumni Festival Rock se-Indonesia, seperti Elpamas dan Grass Rock. Dan album Power One ini mendapat sambutan menggembirakan dari rockers mania. Album ini sendiri melahirkan sejumlah hits, diantaranya Angkara, Satu Jiwa, Pengakuan dan Bayangan Dirimu. Di samping dua lagu lainnya, yakni Malapetaka dan Cita Yang Tersita. Kesuksesan album ini juga diikuti dengan terpilihnya Power Metal meraih penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di ajang BASF Awards 1991. Angka penjualan kaset album Power One sendiri waktu itu laku di atas 300 ribu copies. Sebuah angka penjualan yang cukup fantastik untuk sebuah grup rock beraliran heavy metal. Sementara grup rock yang bisa menembus angka itu baru God Bless, lewat album Semut Hitam (1989). Power Metal kembali menanda-tangani kontrak album kedua.

Di tengah persiapan album kedua, Ipunk mengundurkan diri, dan posisinya digantikan Lucky Setyo W, gitaris Andromedha Rock Band yang juga The best guitaris di Festival Rock se-Indonesia V. Akhirnya mereka berhasil merampungkan album kedua berjudul Power Demons (1993), yang kemudian disusul album lainnya, Serigala (1995), dan Pesta Dansa (1996).Lagi-lagi di tengah persiapan penggarapan album berikutnya, terjadi masalah dalam intern tubuh Power Metal, yang berakhir dengan mundurnya Raymond dan Mugix. Sementara itu Power Metal harus dikejar target menyiapkan album baru lagi. Untuk mengisi kekosongan itu, akhirnya ditariklah Ekko Dinaya (dram) dan James Ireng (kibor). Dengan sekuat tenaga dan segala kemampuan Lucky cs mencoba mempertahankan kharisma Power Metal dengan merilis album Peace,Love & War (1999). Meski dari segi musikalitas materi album ini cukup bagus. Tapi sayangnya album ini lagi-lagi kurang mujur di pasaran.

Tak lama setelah album rilis album ini, Power Metal pelan-pelan menghilang dari hingar-bingarnya panggung musik rock. Tak heran bila di tengah kevakuman itu muncul berita spekulatif bahwa grup ini bubar. Sampai akhirnya muncul inisiatif dari owner Power Metal yaitu dengan memanggil kembali Raymond untuk diajak membenahi lagi Power Metal. Antara lain dengan mengajak Ipunk kembali gabung di Power Metal, menggantikan posisi Lucky Setyo W yang mengundurkan diri. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi guna menemukan formula musik Power Metal yang disiapkan di album barunya nanti. “Yang pasti, aku dengan personel yang lain punya keinginan sama untuk mengangkat kembali kharisma Power Metal. Itu yang jadi obsesi kita semua,” lanjut Raymond.

Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya Power Metal merampungkan album ke-7, Topeng-Topeng Murka, yang proses rekamannya sampai mixing-nya dilakukan di Studio Natural– Surabaya. Sedang proses mastering-nya dikerjakan di Studio 301, Sydney – Australia. Proses penggarapan album ini memang butuh waktu cukup lama, hampir 2 tahun. Meski sering mengalami pergantian personel, ternyata tidak mengurangi kesolidan Power Metal yang kini diperkuat Arul Efansyah (vokal), Ipunk (gitar), Endro (bas), Raymond Ariasz (kibor), dan Eko Dinoyo (dram) untuk tetap eksis. "Ini adalah formasi tersolid," kata Ipunk dan Raymond hampir bersamaan, mengomentari formasi baru Power Metal yang dikatakan sudah siap tempur ini. Selain gabungnya lagi orang-orang lama, seperti Raymond dan Ipunk, formasi baru Power Metal juga diperkuat wajah baru, Endro, mantan pencabik bas Red Spider. Disamping Ekko Dinaya, mantan dramer Eclips yang sudah gabung duluan di album Peace, Love & War.

Dengan formasi barunya ini Power Metal siap menggebrak kembali panggung musik rock heavy metal.Awal Agustus lalu, grup rock pernah mendamping Sepultura (1992) dan Helloween (2004).



Read More...

Sejarah:BOOMERANG


Pada awal tahun '90-an, Hubert Henry Limahelu a.k.a. 'HH5H' (bass), John Paul Ivan a.k.a. 'JPI' (gitar), Roy Jeconiah Isoka Wurangian (vokal) dan seorang drummer mendirikan sebuah band dengan nama 'Lost Angels', sebuah permainan kata dari nama kota Los Angeles dan sekaligus berarti `Malaikat Tersesat`.

Pada tahun 1994 mereka direkrut oleh perusahaan rekaman Logiss Record. Dan pada bulan Maret - April 1994 dibawah produser Log Zhelebour di studio Nirwana Record, Surabaya, mereka bekerja hampir 18 jam setiap harinya untuk merekam album perdana mereka. Sementara selesai dengan proses rekaman album perdana mereka dan menunggu pembuatan cover kaset, mereka memutuskan untuk mengeluarkan drummer mereka karena tingkah lakunya tidak bisa lagi sejalan dengan idealisme tujuan semula kelompok mereka dan terlalu mementingkan materi pribadi.Pada 8 Mei 1994 mereka sepakat untuk mengganti nama Lost Angels menjadi Boomerang yang juga menjadi judul album perdana mereka yang dirilis dipasaran pada 1 Juli 1994 dengan single hit `Kasih`. Oleh karena itu pada pembuatan klip `Kasih` di album pertama, mereka hanya tampil bertiga. Untuk mengisi kekosongan posisi drummer pada saat mereka harus melakukan tour dan konser, mereka merekrut Farid Martin yang dikenal mereka dari Mas Tony, Sound Engineer pada album pertama dan kedua Boomerang. Pada tanggal 1 Januari 1995 Farid Martin resmi menjadi anggota tetap Boomerang.

Namun pada pertengahan 2005, didasari "perbedaan prinsip", JPI memilih untuk keluar dari Booomerang dan memutuskan untuk bekerja sendiri. JPI membentuk band supergrup Trio JPI bersama dengan bassis Bondan Prakoso dari Funky Kopral dan Cliff sebagai drummer.

Sebagai pengganti JPI, Boomerang sempat merekrut dua gitaris muda Indonesia, Oi dari Power Metal dan Tommy gitaris asal Riau. Tidak puas dengan performa mereka, Boomerang merekrut salah satu gitaris handal Indonesia Andry Franzzy yang merupakan mantan gitaris Powerslaves pada awal tahun 2006


Read More...

My Banner

Create your own banner at mybannermaker.com!
Copy this code to your website to display this banner!

Last News

Guns N Roses Bikin Resah Warga Australia Lagi-lagi Guns N Roses terlibat masalah. Kali ini, karena ulah mereka, band yang dibentuk di Hollywood ini diprotes sejumlah warga Australia. Pasalnya, mereka datang terlambat dan konser terpaksa harus berakhir lebih larut dan membuat warga di sekitar lokasi konser merasa terganggu.
Kabarnya walikota setempat bermaksud menegur pihak penyelenggara konser itu. "Guns N Roses datang terlambat dan konser akhirnya harus berakhir lebih larut dan membuat kami semua resah.Read More...

Iklan...

Pasang Iklan Gratis
 

Copyright © 2009 by METAL MANIA